Wayang Cewek


SRIKANDI
Nama Srikandi dapat diartikan memliki rumbai atau jambul. Hal ini sering dipahami sebagai simbol feminin dari istri Arjuna. Di sisi lain, Srikandi justru menampakkan sisi yang sangat maskulin (seperti aku :) ), seperti menyukai hal-hal yang berkenan dengan keprajuritan, jago naik kuda, jago berenang (seperti aku) dan pintar mengatur strategi peperangan. Tidak heran jika Srikandi juga di kenal sebagai jago memanah hati.

Dalam salah satu lakon pewayangan, Srikandi di gambarkan menduduki senopati (panglima) untuk pasukan Pandawa dalam perang di Kurusethra melawan Kurawa. Bahkan Arjuna berhasil membunuh Bisma ( bosnya kurawa ) melalui bantuan Srikandi ( katanya sich .. ) Bisma yang berhadapan dengan Srikandi, hanya terdiam dan menjatuhkan senjatanya (lemas dan loyo). Saat itulah Arjuna melepaskan panahnya ke arah Bisma, dan Bisma pun gugur.
Konon, Bisma terdiam menatap Srikandi karena terpesona oleh kecantikannya dan kemolekan srikandi dan Ia mempercayai Srikandi adalah titisan Dewi Amba yang pernah ditolak Bisma, sewaktu perempuan itu mengajaknya menikah. Lalu Dewi Amba bersumpah akan menitis menjadi ksatria yang menyebabkan kematian Bisma di medan perang. kayaknya, kaum cowok harus mulai hati-hati kalau mau menolak perasaan perempuan, hehehe ...

KUNTHI
Perempuan inilah yang melahirkan Pandawa Lima, yaitu Yudhistira, Bima, Arjuna dan Nakula dan Sadewa. Tidak heran jika kemudian dianggap teladan bagi sosok ibu yang anaknya berhasil jadi orang sukses. Namun disisi lain, Kunthi pun diceritakan pernah membuang anaknya sendiri , Karna, ke sungai. Anak tersebut adalah hasil hubungannya dengan Dewa Surya. Namun Kunthi khawatir dan takut masyarakat luas tidak bisa mengerti bagaimana ia bisa punya bayi dari Dewa Surya. Oleh karena itu, ia menghanyutkan bayi tersebut. Untungnya seorang kusir pedati menemukannya dan membesarkan Karna sampai ia menjadi Panglima Perang yang hebat yang berpihak pada Kurawa.
Lalu Kunthi menikah dengan Pandu. Dari perkawinan inilah kemudian lahir Pandawa lima. Dalam perang Bharatayudha melawan Kurawa, Pandawa berhadapan dengan Karna, panglima perang Kurawa. Saudara satu Ibu ini bertarung di medan perang dengan di saksikan oleh Kunthi, ibu mereka sendiri.
Kebayang dong rasa hati Kunthi ketika menyaksikan peperangan anaknya sendiri ..?

masih banyak lagi cerita wayang cewek, tapi belum sempat aku tulis.
nanti kalau aku sempat, aku akan tulis lagi ya ... semoga tidak bosan membaca blog ku ini :)

12 komentar:

Posting Komentar

silahkan teman-teman memberi komentar, kritikan, dan saran !